Sh*t My Dad Says
Posted: September 26, 2011 Filed under: Booktalk | Tags: advise, attitude, family, harpercollins, Justin Halpern, lesson, parental, shit my dad says, shitmydadsays, son, wise Comments OffSHIT MY DAD SAYS
Justin Halpern
EPub Edition – March 2010 | ISBN: 978-0-06-200294-5 | HarperCollins Publishers
PG
Hi Champ.. Amazing book that you might have known I would recommend to you. Shit My Dad Says is a serious stuff but delivered with very funny (some would say rude..) tones. You just have to be wise to read it, please!!!
This book will give you more idea on how the attitude is about. As I mentioned on my earlier post, it is delivering what is expected by other people, even though with lots of bad words – very cool I have to say.
Starting with simple talk, this book will tell you story about how you would run things your own from the beginning and affect your surroundings, then at the end there is something bigger… your Family.. but to be pointed as your shelter to cry on!
I have got all chapters to be my favorite but can best tell you is the last chapter.
Go to book talk and discuss with me via TTC
3 Keys of Attitude to Grow and Develop Yourself # 3 Kunci Sikap untuk Memajukan dan Mengembangkan Diri (ID Version)
Posted: March 31, 2011 Filed under: Coachtalk | Tags: attitude, berkembang, berpikir, correct attitude, delivering, informasi, interaksi, kemajuan, koresponden, kunci, mendengar, pilihan, referensi, sikap, sikap yang tepat, sukses, tersirat, tujuan Comments OffCarilah Sikap yang Tepat
Setiap orang pasti akan membicarakan mengenai sikap seseorang pada saat berbicara tentang perkembangan dan sisi potential dari orang tersebut. Anda tentu pernah mendengar orang membicarakan orang lain tentang kebaikan dan kekurangannya karena sikapnya. Sebenarnya apakah SIKAP (Attitude) itu? Anda mungkin telah berusaha keras untuk berkelakuan atau memiliki sikap yang sopan dan baik di tempat kerja, namun tetap saja tidak cukup untuk pimpinan Anda mempromosikan Anda? Apakah masalahnya? Lalu kenapa orang-orang selalu mengatakan bahwa Sikap dan Kelalukan yang luar biasa merupakan kunci kesuksesan?
Coach mengatakan bahwa SIKAP adalah “Memberikan apa yang diharapkan orang lain”
Hal ini tidak ada hubungannya dengan lemah lembut, sopan, bicara perlahan, duduk rapi, pakaian yang rapi, dan sebagainya… TIDAK! Anda harus mengerti dan mengetahui apa yang diharapkan orang lain kemudian berikan sikap tersebut… itulah yang namanya “Sikap yang tepat”.
Jadi, bukankan sangat tidak jelas jadinya? BENAR… mungkin Anda pernah punya pengalaman untuk berusaha bersikap baik namun orang lain lawan bicara Anda justru menganggap semua yang Anda lakukan salah semua?! Pikirkan ini… Anda tidak mengharapkan seorang Teller Bank bersikap ramah kepada Anda dengan menayakan banyak pertanyaan dan membuang waktu Anda, bukan? Tapi juga tidak mengharapkan Teller tersebut untuk marah-marah kepada Anda? Sebagai seorang Teller disebuah Bank, sebagai contoh, Anda perlu mengerti apa yang diharapkan pelanggan lawan bicara Anda… yaitu senyum dan cepat!…
Selalu berusaha sopan dan ramah sangat penting… TAPI… untuk acara/tujuan apa? Coach mengatakan bahwa sebagai seorang manusia, kita harus bisa untuk MENDENGAR, BERPIKIR, dan BERINTERAKSI agar Anda dapat mengerti apakah “SIKAP yang Benar” untuk setiap kejadian tertentu yang mana akan selalu berubah-ubah.
MENDENGAR adalah kunci sikap pertama menurut urutannya. Apakah artinya? Ini bukan berarti persis mendengar dengan kuping Anda tetapi mendengar merupakan sebuah sikap untuk menerima informasi dengan sadar. Beberapa orang mungkin pernah mengatakan, “saya tidak tahu ini” atau “saya tidak bisa”, dan sebagainya, dimana sikap-sikap tersebut akan secara tidak disengaja dapat menciptakan sebuah sikap menolak yang akan mempengaruhi tindakan, dan kehidupan sosial orang tersebut untuk menutup pintu informasi yang mungkin sebenarnya akan berguna untuk mereka dikemudian hari. Oleh karena itu, sebagai kunci sikap yang pertama, mendengarkan merupakan pengartian untuk membuka pintu pikiran Anda untuk mau mengumpulkan dan menerima informasi. Hal ini harusnya berarti untuk semua hal yang berarti sama dengan mendengarkan, seperti “memperhatikan dan mempelajarinya”, “merasakan”, “membaca yang tersirat”, “mengerti”, dan sebagainya.
Coach mengatakan bahwa MENDENGARKAN adalah langkah pertama yang sangat penting untuk memajukan pengembangan diri. Mulailah dari sini dan bukalah pikiran Anda.
BERPIKIR adalah kunci sikap kedua. Kecuali Anda sudah tidak waras (maaf), sebagai manusia, Anda seharusnya memiliki kemampuan untuk berpikir… meskipun sangat sederhana. Jangan terpengaruh dengan istilah jenius ataupun pintar, karena itu semua hanyalah pilihan yang Anda dapat lakukan, yaitu PIKIR atau TIDAK.. bukankah demikian? Hal ini sama seperti ketika Anda sedang mengetik pekerjaan Anda di computer, Anda akan punya option untuk men-save atau tidak, bukankah demikian? Selalu SAVE akan lebih aman dan mungkin akan anda butuhkan lagi nanti! Anda seharusnya mengerti bahwa otak Anda adalah HARDWARE atau perangkat keras dengan kapasitas terbesar di dunia yang pernah diciptakan… kata Coach! @sdcoach
Biasakan diri Anda untuk memikirkan pertanyaan-pertanyaan ini setelah Anda ‘mendengarkan’:
- Apa tujuan dari informasi tersebut?
Setiap informasi harus mempunyai tujuan tertentu, apakah Anda sadar ataupun tidak, meskipun informasi yang sangat sederhana atau sepele seperti bon makan siang Anda dimana bon tersebut sebenarnya memberikan Anda bukti dimata hukum bahwa Anda sudah membayar begitu Anda mendapatkan bon tersebut – itu adalah hal besar!
Pikirkan tujuannya dan lanjut ke tahap pemikiran berikutnya.
- Apa saja referensinya?
Referensi adalah hubungan-hubungan yang dapat dikaitkan ke informasi tersebut… kata Coach. Sebagai contoh, apabila Anda membaca informasi tentang sebuah telepon genggam yang baru saja Anda beli; beberapa yang ada dipikiran Anda adalah bagaimana bagus bentuk casing-nya, warnanya, features-nya, dan sebagainya. Mulailah berpikir tentang referensinya untuk mendapatkan inforamsi lebih banyak, misalnya pabriknya, dimana dibuatnya, website resminya, toko resminya, perbandingan dengan yang model atau merek lain, dan seterusnya. Tidak perlu terlalu detail… namun pikirkanlah.
- Apa saja yang menjadi pilihannya?
Pikirkanlah mengenai pilihan-pilihannya untuk menjadikan informasi ini berguna. Pikirlah secara skematis dan tulislah agar Anda tidak lupa. Contoh sederhana: Anda mendapatkan informasi bahwa Anda berhak atas jatah parkir di gedung tempat Anda berkerja. Setelah mendapatkan tujuan dari informasi tersebut (agar Anda dapat parkir tanpa mengeluarkan biaya) dan referensinya (siapa yang menandatangani/menyetujui, dimana musti mendaftarnya, berapa lama, lot nomor berapa, etc..) pikirkanlah pilihannya, misalnya: AMBIL atau TIDAK? Tentu saja Anda akan ambil, tapi inikan tetap saja suatu pilihan… pilihan lainnya mungkin adalah LAKUKAN SEKARANG atau NANTI? Lihatlah tujuan dari memikirkan pilihan – “untuk menjadikan informasi tersebut berguna”. Normalnya ada batas waktu pendaftaran atau periode untuk mendaftar kendaraan Anda, Lakukan sekarang sepertinya pilihan yang dapat berguna.
Teruskan untuk memikirkan pilihannya hingga Anda merasa sudah cukup sehingga Anda dapat maju ke pertanyaan berikutnya.
- Siapakah yang Anda butuhkan untuk dapat membicarakan informasi tersebut setelah dikumpulkan dan diterima?
Kenapa ini penting? Disinilah Anda sebenarnya men-crosschecking jalan pikiran Anda dengan orang lain dan untuk men-test-nya, ada di tahap berikutnya, yakni INTERAKSI. Buatlah klasifikasi tersendiri orang-orang tersebut. Ini seperti beriklan, Anda harus memiliki Target Market.
Coach mengatakan bahwa BERPIKIR adalah pemberian TUHAN kepada manusia dan haruslah dioptimalkan. Pikirkanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas secara terus menerus, konsisten, dan berkelanjutan, kemudian Anda akan melihat kemajuan dan perkembangan yang berbeda dalam diri Anda.
INTERAKSI adalah kunci sikap ketiga. Sebagai manusia, tidak ada yang lebih indah daripada dapat berinteraksi dengan orang lain. Anda dapat menyebut diri Anda pemalu atau tidak punya teman… tapi Anda harus menyadari bahwa Anda akan selalu berinteraksi dengan orang lain disekitar Anda meskipun itu adalah ibu Anda sendiri, Ayah, Istri, Anak, pelayan di tempat Anda biasa minum kopi (meskipun hanya mengatakan “pesan satu kopi susu”). Berbicara, mengirim Email, BBM, Tweet, Facebook ataupun cara-cara lain dari Interaksi dapat Anda aplikasikan untuk membuat informasi tersebut berguna setelah Anda ‘memikirkannya’. Namun tentu saja… perhatikan poin nomor 4 diatas “pikirkan dengan siapa yang Anda butuhkan untuk dapat membicarakan informasi tersebut”. Jika Anda di-interview oleh sebuah perusahaan lain, apakah menurut Anda membicarakannya di status Facebook atau Twitter sangat tepat dan berguna? Kolega Anda dapat melihatnya; orang yang men-interview Anda juga dapat men-add Anda dan melihatnya.
Coach mengatakan bahwa INTERAKSI adalah suatu aksi sikap dari dua tahap diatas. Dengan ber-interaksi, Anda dapat melihat akibat dari informasi tersebut dan men-counter cara berpikir Anda atau pendapat Anda dengan orang lain. Jangan takut untuk berinteraksi… mereka hanyalah manusia biasa seperti Anda sendiri.
The Coach will discuss more on this through time to time… keep following us on Twitter and Facebook.

